seliris lagu miris menyapaku saat gerimis
*pain make your way to me, to me, i always be just so inviting
aku duduk merapat diantara sebatang pohon tua dan segelas wiski
lamat lamat mataku mulai basah
senja kali ini tak begitu ramah
entah telah sampai mana ribuan duka rayapi sukma
makin hitam
makin hitam
aku merunduk menahan kesepian
*Why do we like to hurt so much?
Oh why do we like to hurt so much?
mungkin tak mudah menulis cerita perjalanan kita
namun dihadapanmu.. entah mengapa, aku selalu gelisah
dan baris baris cengeng lagu cinta menjejal jiwaku teramat setia
serupa anak panah yang robek-i raga
aku masih termangu..
menantikan mu
senja kali ini terasa begitu lama.........
* Paramore - thats what you get.
Jumat, 15 Oktober 2010
Kamis, 09 September 2010
Sanur malam itu...
Aku tiba pada malam cahaya
keterasingan hinggap begitu rupa
manusia manusia berambut kuning hingar-bingar
di atas trotoar..
di atas meja bilyar...
melenguh kencang kencang di dalam kamar!
ah mana kekasih hitamku? dimana pria senduku?
antara gamang dan dingin,
kutawar bahagia dalam segelas vodka,
mungkin malam ini dia tak kan datang......
(Sanur, 15 agustus 01)
keterasingan hinggap begitu rupa
manusia manusia berambut kuning hingar-bingar
di atas trotoar..
di atas meja bilyar...
melenguh kencang kencang di dalam kamar!
ah mana kekasih hitamku? dimana pria senduku?
antara gamang dan dingin,
kutawar bahagia dalam segelas vodka,
mungkin malam ini dia tak kan datang......
(Sanur, 15 agustus 01)
Senin, 24 Mei 2010
Suara Kendi
Kendi batu di genggaman seorang ratu, yg juga terbuat dr batu
tanyai ku sedari pagi
"apa yang kau cari di taman ini?"
"entahlah, mungkin punguti bunga bunga yang terjatuh..."
"bunga bunga itu memang selalu terjatuh, mereka cantik, tapi rapuh!"
aku menunduk, pungut sekutum tanjung...
"dan apa, yang kau lakukan disini, selain membatu?" tanyaku tak kalah sengit
"aku bangga membatu, tak perlu sakit hati atau sendu, tak seperti kau, yang tiap pagi pungut bunga bunga jatuh dengan wajah kuyu, bukankah esok, kuncup baru akan tumbuh?!"
"selalu ada cerita tentang malam dan ranting berayun..tentang bulan dan embun, apapun yang buat tangkai ini lepas dari kumtum
Terkadang nujum, tetang cinta yang harus terbang, tinggalkan putik ranum
dan pantulan wajahnya, yang entah berapa ribu kali, kulihat pada kelopak kelopak bunga yang jatuh"
"olehmu, taman ini menjadi muram.." lirih kendi batu
lihatlah air yang aliri seluruh penjuru taman....tak kembali, tak menguap jadi hujan.
Pohon dan semak meranggas di siang kian panas.
Seakan bersekongkol agar tak lagi bunga berkembang, agar tak lagi kau teringat pada kekasihmu yang hilang"
__________________
tanyai ku sedari pagi
"apa yang kau cari di taman ini?"
"entahlah, mungkin punguti bunga bunga yang terjatuh..."
"bunga bunga itu memang selalu terjatuh, mereka cantik, tapi rapuh!"
aku menunduk, pungut sekutum tanjung...
"dan apa, yang kau lakukan disini, selain membatu?" tanyaku tak kalah sengit
"aku bangga membatu, tak perlu sakit hati atau sendu, tak seperti kau, yang tiap pagi pungut bunga bunga jatuh dengan wajah kuyu, bukankah esok, kuncup baru akan tumbuh?!"
"selalu ada cerita tentang malam dan ranting berayun..tentang bulan dan embun, apapun yang buat tangkai ini lepas dari kumtum
Terkadang nujum, tetang cinta yang harus terbang, tinggalkan putik ranum
dan pantulan wajahnya, yang entah berapa ribu kali, kulihat pada kelopak kelopak bunga yang jatuh"
"olehmu, taman ini menjadi muram.." lirih kendi batu
lihatlah air yang aliri seluruh penjuru taman....tak kembali, tak menguap jadi hujan.
Pohon dan semak meranggas di siang kian panas.
Seakan bersekongkol agar tak lagi bunga berkembang, agar tak lagi kau teringat pada kekasihmu yang hilang"
__________________
Senin, 05 April 2010
Saya Mencari Suami!
seorang wanita lusuh, berbaju sobek sobek dan tampang kuyu bertanya pada orang orang disekitarnya
" alamat ini dimana ya pak,mas? tau gak? saya lagi nyarik suami saya, kata tetangga di kampung, suami saya kerja disini"
orang orang tampak keheranan, ada yg langsung bilang " waduh, saya ga tau buk!..lalu lekas lekas pergi, seperti sedang melihat hantu
yang lain bahkan ga mau ngejawab " ibu ini pasti perempuan gak bener, masa suami sendiri ga tau dimana tinggalnya, wong Edan! bisik mereka...
Wanita itu tertunduk sambil meringis, mungkin kepanasan, mungkin juga sakit hati di cela begitu.
aku masih mengamati
ia mendatangi kedai es, tak jauh dari situ..
"Buk, permisi, tau alamat ini gak ya?"
kali ini yang di ajak ngomong mau ngejawab
oh, kebayoran? masih jauh mbak, naek bajaj aja, tanya sama tkg bajaj nya..yach..kalo dari sini sih, kira kira 35rb lah"
"duh, uang sebanyak itu, saya mana punya, tadi aja dari kampung, saya naek truk kol yg mau ke pasar"
yang diajak ngomong mulai menjauhkan badan
"kalo ga punya uang, ngapain ke jakarta! jangan jangan situ alesan mau minta duit ya? udah..pergi sana!..saya banyak pelanggan!"
ah, dia di usir...
kertas lusuh bertuliskan alamat suaminya masih di gengam erat erat. hanya itu yg dia punya.
celingukan kesan kemari, ahirnya ia putuskan untuk duduk di bawah pohon randu sebrang terminal.
TERTIDUR.
mataku tak lepas mengamati perempuan ini, rambut sebahu, kusam dan baju yg lusuh, namun kulitnya yang putih masih terlihat kencang, mungkin dia kembang desa, dipacari pemuda yang baru balik dari rantau di kota, ditiduri, hamil dan pemuda itu kabur ke kota..atau mungkin suaminya bosan hidup prihatin di kampung, cari kerja di kota..punya bini baru, dan lupa saja sama yang di kampung?
aku masih menebak nebak, tak terasa sudah lewat maghrib...
saat tiba tiba terdengar sirine mobil polisi, aah..rupanya ada operasi satpol PP, sejumlah laki laki berseragam turun dari bak belakang, berkeliling di sekitar terminal, 3 orangberlari sigapl ke arah si wanita, mengacungkat tongkat pemukul, membangunkan wanita yang tertidur kelelahan itu.
"He, kamu! bangun! bangun!"
wanita itu terkesiap, belum sempat membetulkan baju yang sedikit tersingkap..
"Uh? ada apa ya pak?"
"Hee..masih tanya lagia ada apa, ayo ikut ke pos! bangun kamu!" perintah mereka, kasar menarik tangan si wanita.
kertas yang bertuliskan alamat itu, terlepas.
"Pak..ada apa ini, tunggu..saya mau dibawa kemana"
"saya mau cari suami saya pak!!". "Sungguh!.."
"halah, cepat naikkan aja ke mobil" ujar salah seorang pria berseragam
"ampun pak, saya mau dibawa kemana?" si wanita mulai menangis
Mereka ga mau peduli, wanita itu diseret seret, dan dengan sekali tarik, si wanita sdh naik di bak mobil dinas"
nafas si wanita tersega segal. keringat ketakutan bercampur airmata, teringat alamat suaminya yang lepas dari tanggannya.
"makanya mbak, jangan kencan dengan hidung belang di terminal, menjelang maghrib emang banyak operasi di sini" bisik suara seorang wanita lain disebelah, yang mungkin jg terjerat operasi.
"Saya sih, agak elitan dikit, ketangkep nya dihotel! ..hemmm...situ baru ya?" tanyanya datar.
Wanita itu tak peduli, matanya sibuk melotot ke bawah, mencari cari kertas alamat suaminya, "jatuh dimana, jatuh dimana"...masih dengan nafas tersegal segal....
Mobil satpol PP melaju...jeritan sirine pelan pelan menjauh.
" alamat ini dimana ya pak,mas? tau gak? saya lagi nyarik suami saya, kata tetangga di kampung, suami saya kerja disini"
orang orang tampak keheranan, ada yg langsung bilang " waduh, saya ga tau buk!..lalu lekas lekas pergi, seperti sedang melihat hantu
yang lain bahkan ga mau ngejawab " ibu ini pasti perempuan gak bener, masa suami sendiri ga tau dimana tinggalnya, wong Edan! bisik mereka...
Wanita itu tertunduk sambil meringis, mungkin kepanasan, mungkin juga sakit hati di cela begitu.
aku masih mengamati
ia mendatangi kedai es, tak jauh dari situ..
"Buk, permisi, tau alamat ini gak ya?"
kali ini yang di ajak ngomong mau ngejawab
oh, kebayoran? masih jauh mbak, naek bajaj aja, tanya sama tkg bajaj nya..yach..kalo dari sini sih, kira kira 35rb lah"
"duh, uang sebanyak itu, saya mana punya, tadi aja dari kampung, saya naek truk kol yg mau ke pasar"
yang diajak ngomong mulai menjauhkan badan
"kalo ga punya uang, ngapain ke jakarta! jangan jangan situ alesan mau minta duit ya? udah..pergi sana!..saya banyak pelanggan!"
ah, dia di usir...
kertas lusuh bertuliskan alamat suaminya masih di gengam erat erat. hanya itu yg dia punya.
celingukan kesan kemari, ahirnya ia putuskan untuk duduk di bawah pohon randu sebrang terminal.
TERTIDUR.
mataku tak lepas mengamati perempuan ini, rambut sebahu, kusam dan baju yg lusuh, namun kulitnya yang putih masih terlihat kencang, mungkin dia kembang desa, dipacari pemuda yang baru balik dari rantau di kota, ditiduri, hamil dan pemuda itu kabur ke kota..atau mungkin suaminya bosan hidup prihatin di kampung, cari kerja di kota..punya bini baru, dan lupa saja sama yang di kampung?
aku masih menebak nebak, tak terasa sudah lewat maghrib...
saat tiba tiba terdengar sirine mobil polisi, aah..rupanya ada operasi satpol PP, sejumlah laki laki berseragam turun dari bak belakang, berkeliling di sekitar terminal, 3 orangberlari sigapl ke arah si wanita, mengacungkat tongkat pemukul, membangunkan wanita yang tertidur kelelahan itu.
"He, kamu! bangun! bangun!"
wanita itu terkesiap, belum sempat membetulkan baju yang sedikit tersingkap..
"Uh? ada apa ya pak?"
"Hee..masih tanya lagia ada apa, ayo ikut ke pos! bangun kamu!" perintah mereka, kasar menarik tangan si wanita.
kertas yang bertuliskan alamat itu, terlepas.
"Pak..ada apa ini, tunggu..saya mau dibawa kemana"
"saya mau cari suami saya pak!!". "Sungguh!.."
"halah, cepat naikkan aja ke mobil" ujar salah seorang pria berseragam
"ampun pak, saya mau dibawa kemana?" si wanita mulai menangis
Mereka ga mau peduli, wanita itu diseret seret, dan dengan sekali tarik, si wanita sdh naik di bak mobil dinas"
nafas si wanita tersega segal. keringat ketakutan bercampur airmata, teringat alamat suaminya yang lepas dari tanggannya.
"makanya mbak, jangan kencan dengan hidung belang di terminal, menjelang maghrib emang banyak operasi di sini" bisik suara seorang wanita lain disebelah, yang mungkin jg terjerat operasi.
"Saya sih, agak elitan dikit, ketangkep nya dihotel! ..hemmm...situ baru ya?" tanyanya datar.
Wanita itu tak peduli, matanya sibuk melotot ke bawah, mencari cari kertas alamat suaminya, "jatuh dimana, jatuh dimana"...masih dengan nafas tersegal segal....
Mobil satpol PP melaju...jeritan sirine pelan pelan menjauh.
Kamis, 11 Maret 2010
Pak
nisan basah , disini pernah tumpah airmata
ruah dalam duka duka...
Pak... aku petikkan bunga, dari taman depan rumah
tempat dulu kau sering ngaso sambil minum kopi
Pak..sekarang rumah itu sedih
penghuninya seperti anak ayam tak berinduk
menunduk bak pungguk bungkuk
Pak, kami merindukan senyummu....
sejak kau pergi, tak lagi ada yang mampu mengucap doa sebelum makan
Pagi Pagi begitu sepi, biasanya kau bangun lebih dulu
nyanyi nyanyi sambil buka jendela dan pintu
anjing kita juga mati
seakan tau tuannya sudah pergi
Oya pak,sedari siang mami berisik
minta dikirimi uang listrik
aku tersenyum kecut.
harusnya ziarah kirim doa doa
ah, tak apalah,
yang harus didoakan kan yang masih hidup?
Aku pulang dulu Pak...
bapak kan sudah dekat dengan Tuhan
doakan kami ya Pak....
ruah dalam duka duka...
Pak... aku petikkan bunga, dari taman depan rumah
tempat dulu kau sering ngaso sambil minum kopi
Pak..sekarang rumah itu sedih
penghuninya seperti anak ayam tak berinduk
menunduk bak pungguk bungkuk
Pak, kami merindukan senyummu....
sejak kau pergi, tak lagi ada yang mampu mengucap doa sebelum makan
Pagi Pagi begitu sepi, biasanya kau bangun lebih dulu
nyanyi nyanyi sambil buka jendela dan pintu
anjing kita juga mati
seakan tau tuannya sudah pergi
Oya pak,sedari siang mami berisik
minta dikirimi uang listrik
aku tersenyum kecut.
harusnya ziarah kirim doa doa
ah, tak apalah,
yang harus didoakan kan yang masih hidup?
Aku pulang dulu Pak...
bapak kan sudah dekat dengan Tuhan
doakan kami ya Pak....
Minggu, 07 Maret 2010
"Pak"
yang kukira hilang
lebih mirip tilas tilas pendar kenangan
raut sejumput senyum, saat sore di palembang...
kucing air naiki tangga berlumut, tepi kali musi
sepasang bangau putih, latari langit ke-emas emas an
bocah kecil menggemaskan, berlari kecil kejar layang layang
"Bapaak..!! layang layangku terbang...nyangkut di perahu itu...."
"tak apa, besok bapak buatkan lagi, cuci tangan ya, kita makan dulu, tadi bapak dapat gabus yang besar besar"
"waahh..horee"
ah..bapak...bapak,
layang layang berwarna kuning masih kusimpan
tapi bapak keburu berpulang
meski tak sempat melayang
saat sore di musi itu
belum mau hilang
untuk saidi----
lebih mirip tilas tilas pendar kenangan
raut sejumput senyum, saat sore di palembang...
kucing air naiki tangga berlumut, tepi kali musi
sepasang bangau putih, latari langit ke-emas emas an
bocah kecil menggemaskan, berlari kecil kejar layang layang
"Bapaak..!! layang layangku terbang...nyangkut di perahu itu...."
"tak apa, besok bapak buatkan lagi, cuci tangan ya, kita makan dulu, tadi bapak dapat gabus yang besar besar"
"waahh..horee"
ah..bapak...bapak,
layang layang berwarna kuning masih kusimpan
tapi bapak keburu berpulang
meski tak sempat melayang
saat sore di musi itu
belum mau hilang
untuk saidi----
Jumat, 05 Maret 2010
Mulai malam dikampung Nelayan
putik jingga dipangkuan senja.
manja.
lembut merona.sekuntum malu malu rekah
jukung tiba, pendar di celah cahaya
warna warni......berkilau,
titip senda gurau
pada desau gelombang yg mulai parau
tubuh ikan riang riang.
pesisir tinggalkan siang
jaring basah.nelayan belum mau lelah
wangi lautan. wangi garam.
kusandari sebongkah karang
amati malam datang perlahan lahan
jukung di geser dari tepian. anak istri mimpi diburitan
'pak, tangkap ikan yang besar ya, nanti adek jual
bakal beli mainan".....
manja.
lembut merona.sekuntum malu malu rekah
jukung tiba, pendar di celah cahaya
warna warni......berkilau,
titip senda gurau
pada desau gelombang yg mulai parau
tubuh ikan riang riang.
pesisir tinggalkan siang
jaring basah.nelayan belum mau lelah
wangi lautan. wangi garam.
kusandari sebongkah karang
amati malam datang perlahan lahan
jukung di geser dari tepian. anak istri mimpi diburitan
'pak, tangkap ikan yang besar ya, nanti adek jual
bakal beli mainan".....
Langganan:
Postingan (Atom)


